Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Ahad & Hari Besar Tutup
ALHAMDULILLAH KABAR GEMBIRA Setiap Keuntungan yang Diperoleh Dari Penjualan Buku Penerbit Pustaka Al-Bahjah Dialokasikan Untuk Kepentingan Da'wah LPD Al-Bahjah
Beranda » Artikel Terbaru » Shalawat itu ‘Murah-Meriah’, Mari Hadirkan Baginda Nabi ﷺ di Hati Kita

Shalawat itu ‘Murah-Meriah’, Mari Hadirkan Baginda Nabi ﷺ di Hati Kita

Diposting pada 14 Oktober 2021 oleh Admin 2 | Dilihat: 2.012 kali
Guru Mulia Buya Yahya - Pengasuh LPD Al-Bahjah

Guru Mulia Buya Yahya – Pengasuh LPD Al-Bahjah

PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Bulan Rabi’ul Awal selalu menjadi momentum spesial untuk kembali mengenang perjuangan Rasulullah, memperingati hari kelahiran manusia terbaik yang pernah ada di muka bumi, pemimpin umat manusia, Baginda Nabi Muhammad ﷺ.

Walau dua tahun belakangan ini dunia sedang dilanda pandemi Covid-19, namun alhamdulillah, puji syukur kepada Allah Tuhan Semesta Alam, di tahun ini Pondok Pesantren Al-Bahjah dapat kembali menggelar maulid akbar ‘Satu Hati di Al-Bahjah,’ pada Ahad 03 Rabi’ul Awal 1443 H (10 Oktober 2021 M).

“Alhamdulillah maulid akbar 1443 H di Pondok Pesantren Al-Bahjah telah selesai. Seperti biasa maulid dimulai dengan pembacaan Maulid Ad-Dibai, kemudian ditutup khusus oleh guru kita semua Buya Yahya.” ungkap Hilman, salah satu pejuang Mizka Al-Bahjah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat, pada peringatan maulid akbar tahun ini Pondok Pesantren Al-Bahjah hanya membuka untuk jamaah internal pondok saja, santri dan para pejuangnya.

Walau demikian ternyata antusiasme jamaah di luar pondok ternyata masih sangat tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya pesan yang sampai ke Pondok Pesantren melalui panitia yang menanyakan perihal boleh-tidaknya jamaah untuk turut serta hadir di Pondok Pesantren Al-Bahjah.

“Kesannya memang maulid tahun ini, kurang begitu ramai. Akan tetapi kerinduan jamaah terhadap acara ini ternyata masih sangat tinggi karena banyak sekali pesan masuk dari jamaah kepada panitia yang menanyakan boleh-tidaknya jamaah hadir walau itu sekadar di luar pondok.” imbuh Hilman.

Namun karena kebijakan serta keadaan yang belum meridhai maka opsi untuk mengikuti kegiatan pun dialihkan secara virtual. Sebuah tanda kecintaan dan kerinduan yang sangat luar biasa, dari umat untuk Baginda Nabi Muhammad ﷺ.

Dalam mengekspresikan kecintaan dan kerinduan kepada Nabi tersebut bisa dilakukan dengan cara apa saja, kapan saja, dan dimana saja.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Guru Mulya Buya Yahya bahwa bentuk cinta kepada Rasulullah bisa dengan terus mengucapkan shalawat kepada Baginda Nabi, karena shalawat itu pengagungan yang ‘murah meriah.’

“Dan juga jangan lupa membaca shalawat, perbanyak shalawat kepada Baginda Nabi di bulan Maulid ini khususnya, shalawat yang serius. Siapa pun anda, shalawat itu tidak harus wudhu, tidak harus ini-itu, ‘murah meriah.’ Murah maksudnya gampang, meriah maksudnya pahalanya gede. Saat kerja, saat di sawah, saat di pasar, apa saja, di mana saja. Allahuma shali ‘ala Sayidina Muhammad, sesaat di samping kesibukan anda, sesaat hadirkan Nabi.” ungkap Buya dalam tausiahnya.

Hal sama pun turut diungkapkan oleh Hilman bahwa bagi jamaah yang belum bisa menghandiri maulid di mana pun acara maulid tersebut belum bisa dihadiri secara langsung, maka hadirkan penghayatan akan maulid tersebut di diri, di hati, di rumah, di mana pun berada.

“Untuk harapan kedepannya, untuk Pondok Pesantren Al-Bahjah khususnya, semoga bisa menjadi Pondok Pesantren yang terus memberikan cahaya bagi umat Rasulullah ﷺ. Tentunya dengan bimbingan guru kita Buya Yahya.” ujarnya.

Dan juga untuk para pejuang, imbuh Hilman yang telah ikut serta dalam membantu mensukseskan acara ini, semoga Allah menjadikan semuanya untuk bisa terus saling mencintai/menyayangi karena Allah dan Rasulullah ﷺ.

“Hingga kita semua bisa berkumpul lagi, kelak insyaAllah dengan baginda Nabi ﷺ. Aamiin ya rabbal ‘alamiin.” pungkasnya.

Kegiatan peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Al-Bahjah tahun ini sendiri turut menghadirkan empat orang guru, tokoh alim ulama dari Yaman, Turki, serta Syiria.

Keempat alim ulama tersebut diantaranya, Syekh Dr. Ali Bin Isma’il Al-Qudaimi, tokoh ulama Yaman. Kemudian Syekh Dr. Abdul Qadir Husain As-Syaami, tokoh ulama Turki. Sayidi Syekh Dr. Muhammad Bin Ali Ba’athiyyah, Rektor Univ. Al-Imam As-Syafi’i Mukalla, Hadramaut-Yaman. Kemudian Syekh Dr. Muhammad Darwis tokoh ulama Syiria. (Ru/Zal)

Bagikan informasi tentang Shalawat itu ‘Murah-Meriah’, Mari Hadirkan Baginda Nabi ﷺ di Hati Kita kepada teman atau kerabat Anda.

Shalawat itu ‘Murah-Meriah’, Mari Hadirkan Baginda Nabi ﷺ di Hati Kita | Pustaka

Komentar dinonaktifkan: Shalawat itu ‘Murah-Meriah’, Mari Hadirkan Baginda Nabi ﷺ di Hati Kita

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Limited Edition
PESAN CEPAT
BUKU ROMADHONNIAT KARYA BUYA YAHYA

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 94.000
Ready Stock
Limited Edition
BUKU THOHAROH KARYA BUYA YAHYA

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 66.000
Pre Order
Popular!
PESAN CEPAT
BUKU BUYA YAHYA MENJAWAB JILID-1

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 145.000
Ready Stock
Rp 145.000
Ready Stock
SIDEBAR